Text
Rantau 1 muara
Kepercayaan diri Alif yang sedang menggelagak. Sudah separuh duania dikelilingi, tulisannya pun sudah banyak tersebar di berbagai media, dan yang menarik Alif diwisuda dengan nilai terbaik. Bahkan bagi seorang wisudawan terbaik, tentu memiliki rasa optimis dan sedikit pongah, bahwa perusahaan mana pun pasti akan tergiur untuk merekrutnya. Namun, ternyata harapan dan impian itu berbading terbalik dengan kenyataan yang ada. Ternyata Alif lulus di saat yang salah, menjelang akhir era 90-an adalah masa dimana saat itu bertepatan dengan masa reformasi berlangsung. Indonesia dicekik dengan krisis ekonomi dan sedang dikoyak dengan reformasi. Lowongan pekerjaan sulit dicari. Bahkan berbagai perusahaan yang sudah terlanjur menerimanya membatalkan penerimaan tersebut. Kepercayaan diri Alif mulai goyah, bagaimana agar Alif bisa menggapai semua mimpinya. Dan kembali pada dua mantra yang selalu dipegang Alif, yaitu Man jadda wa jada dan Man shabara zhafira, hingga suatu saat, secercah harapan muncul saat Alif diterima menjadi wartawan ibukota, yaitu “Derap”. Disanalah segala impian dan harapan mulai muncul, disaat mulai terbuka karir yang diimpikan, dan disana pula hatinya tertambat pada seorang gadis yang dulu sempat dicurigainya. Dinara, menjadi sebuah nama dimana Alif menambatkan hatinya untuk yang terakhir.
Tidak tersedia versi lain