Karya Tulis Mahasiswa
Pengaruh Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Terhadap Kenaikan Berat Badan Pada Balita Risiko Stunting di Kelurahan Puuwatu Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Puuwatu Kota Kendari
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang signifikan di Kota Kendari, dengan prevalensi mencapai 24,4% pada tahun 2024. Kelurahan Puuwatu mencatat jumlah balita risiko stunting kedua tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita melalui pemanfaatan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program PMT lokal terhadap kenaikan berat badan balita risiko stunting di Kelurahan Puuwatu, wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Puuwatu.
Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif analitik dengan desain Quasi- Eksperimental one group pre-post. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2025 di Kelurahan Puuwatu. Dengan populasi 63 balita risiko stunting di Kelurahan Puuwatu dan 39 sampel dengan metode purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Pengukuran sisa makanan dilakukan menggunakan metode visual Comstock. Analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test untuk melihat perbedaan berat badan sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata berat badan yang signifikan secara statistik (p=0,000) dari 10.703 kg menjadi 11.059 kg (kenaikan rata-rata 0,356 kg) setelah intervensi selama 14 hari. Namun, secara klinis, seluruh sampel (100%) belum mencapai target kenaikan berat badan minimal yang ditetapkan dalam petunjuk teknis (5 g/kgBB/hari).
Analysis: Analisis metode Comstock menunjukkan bahwa mayoritas sampel (56,4%) tidak menghabiskan porsi PMT yang diberikan. Faktor penghambat utama meliputi rendahnya daya terima, adanya penyakit infeksi/penyerta (seperti batuk dan demam), terlambatnya distribusi PMT, serta kendala distribusi yang dilakukan secara "rapel".
Discussion: Pemberian PMT lokal memberikan pengaruh terhadap perubahan berat badan balita secara statistik, namun belum efektif secara klinis dalam mencapai target pertumbuhan optimal dalam waktu 14 hari. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap pola distribusi dan penanganan penyakit penyerta agar intervensi gizi memberikan hasil yang maksimal.
Kata Kunci: PMT Lokal, Balita, Berat Badan, Risiko Stunting, Metode Comstock.
Tidak tersedia versi lain