Karya Tulis Mahasiswa
Gambaran kadar tekanan darah, pola makan, dan asupan natrium pada lansia penderita hipertensi di desa lawonua dan kelurahan besulutu di wilayah kerja puskesmas besulutu kabupaten konawe
Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Pola makan yang tidak sehat seta asupan natrium berlebihan menjadi faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah. Peningkatan jumlah penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas besulutu mendorong di lakukannnya penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan dan asupan natrium pada lansia penderita hipertensi di desa lawonua dan kelurahan besulutu kabupaten konawe.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 7 April-24 April 2026 di wilayah kerja puskesmas besulutu kabupaten konawe. Sampel penelitian berjumlah 55 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data pola makan dan asupan natrium di kumpulkan melalui wawancara menggunakan formulir SQ-FFQ, kemudian di analisis secara univariat dan di sajiakan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Lawonua, sebagian besar responden memiliki tekanan darah tinggi sebesar 68,8% (kategori normal 31,2%), pola makan berkategori baik sebanyak 56,2% (kategori tidak baik 43,8%), dan asupan natrium berkategori lebih (berlebih) mencapai 68,8% (kategori baik 31,2%). Sementara itu, di Kelurahan Besulutu, sebagian besar responden memiliki tekanan darah tinggi sebesar 52,2% (kategori normal 47,8%), pola makan berkategori baik sebanyak 52,2% (kategori tidak baik 47,8%), dan asupan natrium berkategori baik sebesar 56,5% (kategori lebih 43,5%). Kesimpulan : Mayoritas lansia penderita hipertensi di kedua wilayah pengamatan memiliki kadar tekanan darah yang masih tinggi. Di Desa Lawonua, kondisi tekanan darah tinggi ini berjalan selaras dengan tingginya persentase asupan natrium responden yang berada pada kategori lebih. Sedangkan di Kelurahan Besulutu, meskipun mayoritas asupan natrium dan pola makannya sudah masuk dalam kategori baik, sebagian besar responden tetap mengalami tekanan darah tinggi yang mengindikasikan adanya pengaruh faktor risiko lain seperti usia, riwayat genetik, maupun tingkat kepatuhan minum obat.
Saran : Bagi lansia penderita hipertensi, disarankan untuk melakukan kontrol tekanan darah secara rutin di posyandu lansia atau fasilitas kesehatan serta patuh dalam meminum obat penurun darah. Lansia dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi garam, penyedap rasa, saus, makanan olahan/instan, serta memperbaiki pola konsumsi harian dengan menerapkan gizi seimbang yang kaya akan sayur dan buah.
Tidak tersedia versi lain