Karya Tulis Mahasiswa
GAMBARAN CITA RASA DAN SISA MAKANAN PASIEN RAWAT INAP KELSS III DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Latar Belakang: Sisa makanan pasien masih menjadi masalah dalam penyelenggaraan makanan di rumah sakit karena dapat menyebabkan kebutuhan zat gizi pasien tidak terpenuhi dan menghambat proses penyembuhan. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya sisa makanan adalah cita rasa makanan yang meliputi penampilan makanan dan rasa makanan. Hasil rekapitulasi sisa makanan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan rata-rata sisa makanan sebesar 24,5%, yang masih melebihi standar pelayanan gizi rumah sakit yaitu ?20%.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dan telah dilaksanakan pada bulan Mei – April 2026 bertempat di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hasil: Sebagian besar responden menilai mutu makanan cukup baik. Warna makanan pokok, lauk hewani, dan lauk nabati dinilai menarik, sedangkan sayuran cenderung dinilai kurang menarik. Porsi seluruh komponen makanan umumnya dianggap cukup. Dari aspek cita rasa, aroma, dan bumbu, sebagian besar responden memberikan penilaian positif, dengan penilaian tertinggi pada lauk hewani, sementara sayuran memperoleh penilaian paling rendah. Seluruh responden menyatakan suhu makanan hangat. Sisa makanan paling banyak ditemukan pada sayuran, diikuti makanan pokok, sedangkan lauk hewani dan lauk nabati lebih banyak dihabiskan oleh responden. Kesimpulan: Sebagian besar pasien menilai penampilan dan rasa makanan yang disajikan dalam kategori baik. Warna makanan pokok, lauk hewani, dan lauk nabati dinilai menarik, porsi makanan dinilai sesuai, serta rasa, aroma, bumbu, dan suhu makanan mendapat penilaian positif. Sisa makanan paling banyak terdapat pada sayuran, sedangkan lauk hewani dan lauk nabati sebagian besar tidak bersisa. Hal ini menunjukkan bahwa penerimaan pasien terhadap sayuran masih perlu ditingkatkan.
Saran: Instalasi gizi rumah sakit diharapkan mempertahankan kualitas penyelenggaraan makanan yang telah baik, terutama pada aspek besar porsi dan suhu makanan, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap penampilan dan cita rasa makanan, khususnya pada sayuran, guna meningkatkan daya terima pasien dan mengurangi sisa makanan.
Tidak tersedia versi lain