Karya Tulis Mahasiswa
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI IBU, PENDAPAT KELUARGA, ASUPAN GIZI (ENERGI DAN PROTEIN) DENGAN STATUS GIZI (STUNTING)PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan kondisi tinggi badan balita berdasarkan umur berada di bawah -2 Standar Deviasi (SD). Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Kendari khususnya wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Puuwatu. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, serta kecukupan asupan energi dan protein balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, asupan energi, dan asupan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Puuwatu Kota Kendari.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 balita beserta ibunya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, food recall 2×24 jam, serta pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,7% balita memiliki status gizi normal dan 44,3% mengalami stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu (p=0,001), pendapatan keluarga (p=0,000), asupan energi (p=0,003), dan asupan protein (p=0,000) dengan kejadian stunting. Disimpulkan bahwa rendahnya pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga yang kurang, serta asupan energi dan protein yang tidak adekuat berhubungan dengan peningkatan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga. asupan energi dan asupan protein dengan status gizi (stunting) pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Dimana Tingkat pengetahuan gizi ibu yang rendah, pendapatan keluarga yang kurang, serta tingkat asupan energi dan protein yang tidak adekuat menjadi faktor yang berhubungan dengan peningkatan kejadian stunting pada balita.
Tidak tersedia versi lain