Karya Tulis Mahasiswa
Penerapan manajemen halusinasi untuk mengurangi persepsi sensori halusinasi pendengaran pada Tn.A di ruangan melati rumah sakit jiwa provinsi Sulawesi Tenggara
Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan gejala dominan skizofrenia yang prevalensinya terus meningkat, tercatat 742 kasus di RSJ Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2025. Terapi farmakologi saja tidak cukup mengatasi gejala residual, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis terstruktur.
Tujuan: Mendeskripsikan penerapan manajemen halusinasi dalam mengurangi persepsi sensori halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia.
Metode: Studi kasus deskriptif dilaksanakan di Ruang Melati RSJ Provinsi Sulawesi Tenggara selama enam hari (28 April–3 Mei 2026) pada satu subjek laki- laki berusia 46 tahun dengan diagnosis skizofrenia halusinasi pendengaran. Intervensi meliputi menghardik, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, dan kepatuhan minum obat, diukur berdasarkan lima aspek SLKI.
Hasil: Skor persepsi sensori meningkat progresif dari 8 (pra-intervensi hari pertama) menjadi 19 (pasca-intervensi hari keenam), menunjukkan perbaikan klinis bermakna pada verbalisasi bisikan, perilaku halusinasi, melamun, konsentrasi, dan orientasi.
Simpulan: Penerapan manajemen halusinasi secara konsisten dan terstruktur efektif menurunkan intensitas halusinasi pendengaran. Saran: Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan kelompok kontrol sangat direkomendasikan.
Tidak tersedia versi lain