Karya Tulis Mahasiswa
Gambaran Penerapan Terapi Massage Effleurage Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Nn.H Di Poltekkes Kemenkes Kendari
Latar belakang: Dismenore merupakan nyeri saat menstruasi yang sering dialami remaja putri akibat peningkatan prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebih, sehingga dapat mengganggu aktivitas dan konsentrasi belajar. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah massage effleurage, yaitu teknik pijatan lembut yang memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi nyeri. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan terapi massage effleurage terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada Nn. H, mahasiswi Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari. Manfaat: Menambah pengetahuan remaja mengenai massage effleurage sebagai metode nonfarmakologis mandiri untuk mengurangi nyeri dismenore, serta menjadi referensi pengembangan ilmu keperawatan. Metode: Studi kasus deskriptif dengan satu subjek remaja yang mengalami dismenore. Terapi diberikan selama 3 hari, dua kali sehari (pagi dan sore), masing-masing 15 menit, berupa usapan lembut pada area abdomen. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skala nyeri awal berada pada level 5 (nyeri sedang), menurun bertahap hingga mencapai skala 0 (tanpa nyeri) setelah tiga hari terapi, disertai peningkatan kenyamanan setiap sesi. Kesimpulan: Massage effleurage efektif menurunkan tingkat nyeri dismenore pada remaja. Saran: Dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis dalam penatalaksanaan nyeri menstruasi.
Kata Kunci: dismenore, nyeri akut, massage effleurage, remaja, terapi nonfarmakologis
Tidak tersedia versi lain