Karya Tulis Mahasiswa
PENERAPAN LATIHAN PERNAPASAN LAMBAT DAN DALAM TERPOLA (SLOW DEEP BREATHING) DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAN PADA NY.. S DENGAN HIPERTENSI DI RSUD KOTA KENDARI
Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan tekanan darah ?140/90 mmHg dan merupakan salah satu penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ?18 tahun mencapai 30,8%. Hasil survei awal di RSUD Kendari menunjukkan peningkatan kasus hipertensi dari 19 kasus pada 2023 menjadi 21 kasus pada 2024 dan 33 kasus pada 2025. Peningkatan kasus menunjukkan perlunya intervensi non-farmakologis yang efektif, salah satunya adalah latihan pernapasan dalam yang lambat. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan latihan pernapasan dalam yang lambat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek yaitu Ibu S yang mengalami hipertensi di RS Kota Kendari. Intervensi berupa latihan pernapasan dalam lambat dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore), dengan waktu 15 menit per sesi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer dan hasilnya dicatat dalam lembar observasi. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan penurunan tekanan darah pasien menurun dari 180/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg pada hari ketiga. Pasien juga mengalami penurunan keluhan sakit kepala, pusing, berat di leher, kecemasan, serta peningkatan kualitas dan kenyamanan tidur. Kesimpulan: Latihan pernapasan dalam yang lambat efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan relaksasi pada pasien hipertensi. Saran: Latihan pernapasan dalam yang lambat dapat diterapkan sebagai terapi non-farmakologis untuk menemani terapi farmakologis dalam pengelolaan pasien hipertensi.
Kata kunci: hipertensi, pernapasan dalam yang lambat, penurunan tekanan darah.
Tidak tersedia versi lain