Karya Tulis Mahasiswa
STUDI KASUS ASUHAN GIZI TERSTANDAR: DAMPAK KONSELING INDIVIDU TERHADAP TINGKAT KECUKUPAN ASUPAN GIZI DAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PASIEN DM TIPE 2, DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAKANSAI KABUPATEN BUTON UTARA
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan pengelolaan gizi berkelanjutan. Konseling individu dalam Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) diharapkan dapat meningkatkan kecukupan asupan gizi serta membantu pengendalian kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien rawat jalan. Tujuan: Menganalisis dampak penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) berfokus pada konseling individu terhadap tingkat kecukupan asupan gizi dan kadar GDS pasien DM Tipe 2. Metode: Penelitian deskriptif analitis dengan desain studi kasus (case study) pada 5 responden DM Tipe 2 yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, antropometri, pemeriksaan biokimia, dan food recall 2x24 jam yang dianalisis menggunakan software NutriSurvey. Analisis data mengikuti alur PAGT (assessment, diagnosis, intervensi, monitoring-evaluasi). Hasil: Seluruh responden berjenis kelamin perempuan (39–79 tahun) dengan skor MST ?3 (berisiko malnutrisi). Status gizi bervariasi: 2 underweight, 1 normal, 1 overweight, dan 1 obesitas. Seluruh responden mengalami hiperglikemia (GDS awal 212–230 mg/dL) serta mayoritas mengalami defisit asupan energi (65–75%) dan lemak (11–24%). Diagnosis gizi dominan meliputi perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi khusus (NC-2.2) dan asupan tidak adekuat. Intervensi konseling individu berbasis prinsip 3J (Jumlah, Jenis, Jadwal) serta media leaflet dan DBMP meningkatkan kecukupan energi dan zat gizi makro mendekati target adekuat. Hasil pemantauan selama 3 hari menunjukkan tren penurunan kadar GDS pada seluruh responden (mencapai 194 mg/dL pada R2), meskipun sebagian besar masih di atas nilai rujukan normal. Kesimpulan: Penerapan PAGT berbasis konseling individu berdampak positif dalam perbaikan pola asupan gizi dan penurunan kadar GDS, namun pengendalian glukosa darah memerlukan pemantauan berkelanjutan. Saran: Perlu peningkatan edukasi gizi berkala oleh pihak puskesmas, dukungan aktif keluarga dalam penyiapan diet, serta pemantauan status gizi pasien secara terstruktur.
Kata Kunci: Proses Asuhan Gizi Terstandar, Konseling Individu, Asupan Gizi, Gula Darah Sewaktu, Diabetes Melitus Tipe 2.
Tidak tersedia versi lain