Karya Tulis Mahasiswa
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN TINGGI GARAM, PENGETAHUAN, DAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN STATUS HIPERTENSI PADA PASIEN USIA 40-59 TAHUN YANG RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MEKAR KOTA KENDARI
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan/atau diastolik ?90 mmHg. Berdasarkan data BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari, jumlah penderita hipertensi mengalami peningkatan dari 954 jiwa pada tahun 2023 menjadi 1.309 jiwa pada tahun 2024. Faktor yang berhubungan dengan hipertensi antara lain kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam, tingkat pengetahuan, dan konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam, pengetahuan, dan konsumsi makanan cepat saji dengan status hipertensi pada pasien usia 40–59 tahun yang rawat jalan di Puskesmas Mekar Kota Kendari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Mekar Kota Kendari pada tahun 2026. Sampel penelitian berjumlah 66 responden yang dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden tidak mengalami hipertensi yaitu sebanyak 52 orang (78,8%). Sebanyak 45 orang (68,2%) memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam kategori rendah, 54 orang (81,8%) memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang, dan 32 orang (48,5%) memiliki kebiasaan konsumsi makanan cepat saji kategori konsumtif. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengan status hipertensi (p=0,011). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan status hipertensi (p=0,255) serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dengan status hipertensi (p=0,571). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengan status hipertensi pada pasien usia 40–59 tahun yang rawat jalan di Puskesmas Mekar Kota Kendari. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan maupun konsumsi makanan cepat saji dengan status hipertensi pada responden penelitian.
Kata Kunci: Hipertensi, Makanan Tinggi Garam, Pengetahuan, Makanan Cepat Saji.
Tidak tersedia versi lain