Karya Tulis Mahasiswa
ANALISIS SISA MAKANAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN MAKANAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BAUBAU
Latar Belakang: Sisa makanan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Berdasarkan data Instalasi Gizi RSUD Kota Baubau periode Januari–Oktober 2025, jumlah rata-rata pasien rawat inap yang mendapatkan makanan biasa sekitar 600 pasien per bulan. Data awal berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) periode Januari 2024–Januari 2025 menunjukkan rata- rata sisa makanan pasien mencapai 28%, sedangkan standar SPM menetapkan sisa makanan kurang dari 20%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sisa makanan pasien masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sisa makanan terhadap kepuasan pelayanan makanan pada pasien rawat inap di RSUD Kota Baubau. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap yang mendapatkan makanan biasa di RSUD Kota Baubau, dengan jumlah sampel sebanyak 68 pasien. Pengukuran sisa makanan dilakukan menggunakan metode Visual Comstock, sedangkan kepuasan pelayanan makanan diukur menggunakan kuesioner yang meliputi rasa, tekstur, porsi, aroma, warna, variasi menu, ketepatan waktu penyajian, dan keramahtamahan petugas. Analisis pengaruh menggunakan Fisher-Freeman-Halton Exact Test dengan pendekatan Monte Carlo. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 68 responden, sebanyak 38 responden (55,9%) tidak menyisakan makanan, sedangkan 30 responden (44,1%) masih menyisakan makanan lebih dari 20%. Tingkat kepuasan pelayanan makanan menunjukkan bahwa 35 responden (51,5%) merasa puas, 31 responden (45,6%) cukup puas, dan 2 responden (2,9%) tidak puas. Aspek yang masih memerlukan perhatian adalah variasi menu, dengan 89,7% responden berada pada kategori cukup suka. Analysis: Analisis menunjukkan bahwa pasien yang tidak menyisakan makanan cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi, sedangkan pasien yang masih menyisakan makanan lebih banyak berada pada kategori cukup puas hingga tidak puas. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara sisa makanan dengan kepuasan pelayanan makanan pada pasien rawat inap. Discussion: Sisa makanan masih menjadi masalah di RSUD Kota Baubau, dengan 44,1% pasien menyisakan makanan >20%. Meskipun kepuasan pasien umumnya baik, perbaikan perlu difokuskan pada variasi dan penampilan makanan untuk meningkatkan kepuasan dan mengurangi sisa makanan.
Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Pelayanan Gizi, Sisa Makanan, Metode Comstock.
Tidak tersedia versi lain