Karya Tulis Mahasiswa
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN ASIN DAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UEPAI KABUPATEN KONAWE
Latar belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat mengganggu fungsi organ-organ lain, terutama organ-organ vital seperti jantung dan ginjal. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah arteri di mana tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg atau keduanya. Prevalensi hipertensi di Sulawesi Tenggara tahun 2022 adalah sebesar (38,81%). Salah satu wilayah Sulawesi Tenggara yang juga memiliki masalah hipertensi yang cukup tinggi yaitu Kabupaten Konawe dengan prevalensi sebesar (86%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan asin dan asupan protein dengan kejadian hipertensi pada pasien di wilayah kerja Puskesmas Uepai Kabupaten Konawe. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei analitik menggunakan desain case control studi dan telah dilaksanakan pada tanggal 20 April – 11 Mei 2026 di wilayah kerja Puskesmas Uepai Kabupaten Konawe. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 33 pasien hipertensi dan 33 pasien non hipertensi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan uji statistik yang digunakan uji Chi-square dan Odd rasio. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan asin dengan kejadian hipertensi pada pasien (p = 0,000, OR = 26,93), terdapat hubungan antara asupan protein dengan kejadian hipertensi pada pasien (p = 0,000, OR = 56,00). Kesimpulan: Sebagian besar pasien di wilayah kerja Puskesmas Uepai Kabupaten Konawe memiliki kebiasaan konsumsi makanan asin yang tinggi (54,5%) dan asupan protein yang cukup (53%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan asin dan asupan protein dengan kejadian hipertensi (p-value < 0,05). Pasien dengan konsumsi makanan asin tinggi berisiko 26,93 kali, sedangkan pasien dengan asupan protein kurang berisiko 56 kali lebih besar mengalami hipertensi dibandingkan kelompok masing-masing.
Kata Kunci: Hipertensi, Kebiasaan Konsumsi Makanan Asin, Asupan Protein.
Tidak tersedia versi lain