Karya Tulis Mahasiswa
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN , RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI
Latar belakang : Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari, yang menempati peringkat kedua kasus stunting terbanyak di kota tersebut. Asupan zat gizi makro, riwayat infeksi, dan tingkat pendapatan keluarga diduga berperan terhadap kejadian stunting pada balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan energi dan protein, riwayat penyakit infeksi, serta pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan 40 balita stunting sebagai kasus dan 40 balita non-stunting sebagai kontrol, yang dipilih secara matching berdasarkan usia dan jenis kelamin. Data asupan energi dan protein diperoleh melalui wawancara dengan formulir Semi-FFQ, sedangkan data riwayat penyakit infeksi dan pendapatan keluarga diperoleh melalui wawancara langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil : Sebagian besar balita memiliki asupan energi kurang (68,8%), asupan protein kurang (72,4%), dan riwayat penyakit infeksi dalam tiga bulan terakhir (75,0%), dengan proporsi lebih tinggi pada kelompok kasus. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0,008; OR=3,857), asupan protein (p=0,046; OR=2,829), dan riwayat penyakit infeksi (p=0,039; OR=3,051) dengan kejadian stunting, sedangkan pendapatan keluarga tidak berhubungan signifikan (p=1,000; OR=1,000).
Kata Kunci: Asupan energi, asupan protein, riwayat penyakit infeksi, pendapatan keluarga, stunting, balita
Tidak tersedia versi lain