Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA UMUR 40-59 TAHUN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS NAMBO KECAMATAN ABELI SULAWESI TENGGARA
Penanda Bagikan

Karya Tulis Mahasiswa

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA UMUR 40-59 TAHUN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS NAMBO KECAMATAN ABELI SULAWESI TENGGARA

NUR RAHMAH - Nama Orang; AKHMAD - Nama Orang; FATMAWATI - Nama Orang;

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Data Dinas Kesehatan Kota Kendari menunjukkan bahwa jumlah penderita hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Nambo terus meningkat dari 1.099 kasus pada tahun 2023 menjadi 1.873 kasus pada tahun 2025. Tingginya angka kejadian hipertensi diduga berkaitan dengan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat, pola makan yang tidak sehat, serta tingginya asupan natrium dan lemak pada kelompok usia lanjut di wilayah kerja Puskesmas Nambo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, pola makan, asupan natrium, dan asupan lemak dengan hipertensi pada lansia usia 40–59 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Nambo Kecamatan Abeli, Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 95 orang lansia usia 40–59 tahun yang dipilih secara proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi dan formulir semi food frequency questionnaire (FFQ). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji korelasi Phi, serta analisis multivariat menggunakan regresi linear berganda dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (63,2%), pola makan lebih (66,3%), asupan natrium kurang (73,7%), dan asupan lemak cukup (75,8%). Prevalensi hipertensi pada responden mencapai 51,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan hipertensi (p = 0,194). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan (p = 0,000), asupan natrium (p = 0,000), dan asupan lemak (p = 0,001) dengan hipertensi. Pada analisis multivariat, ketiga variabel tersebut tetap berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap hipertensi (p < 0,05) dengan nilai R² = 0,372. Variabel pola makan merupakan faktor yang paling dominan (? = -0,374, p = 0,000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan hipertensi pada lansia (p > 0,05). Sebaliknya, pola makan, asupan natrium, dan asupan lemak berhubungan signifikan dengan hipertensi pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Nambo (p < 0,05). Saran: Lansia diharapkan menerapkan pola makan sehat, membatasi konsumsi garam dan lemak, serta rutin memeriksakan tekanan darah.
Kata Kunci: hipertensi, lansia, pengetahuan, pola makan, asupan natrium, asupan lemak, masyarakat pesisir.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari SKR GIZI 2026
156/GIZI/2026
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKR GIZI 2026
Penerbit
Kendari : Poltekkes Kemenkes Kendari., 2026
Deskripsi Fisik
xiv, 74 hlm, 20 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
P00313022008
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Hipertensi
Lansia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?