Karya Tulis Mahasiswa
HUBUNGAN ASUPAN GIZI, POLA PEMBERIAN MAKAN, RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING PADA ANAK BALITA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAHARI KECAMATAN SAMPOLAWA KABUPATEN BUTON SELATAN
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Prevalensi Stunting di Sulawesi Tenggara masih tinggi (24,4% pada tahun 2024).Menganalisis hubungan asupan gizi (protein, lemak, karbohidrat), pola pemberian makan, dan riwayat ASI eksklusif dengan Stunting pada balita 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bahari. Metode: Penelitian kuantitatif cross-sectional ini dilaksanakan pada Maret–April 2026. Dari populasi 136 balita Stunting, diperoleh 57 sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara (FFQ, Semi-FFQ, kuesioner) dan pengukuran antropometri (TB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square (p = 0,05). Hasil: Sebagian besar balita mengalami Stunting sangat pendek (54,4%), memiliki asupan protein baik (89,5%), karbohidrat baik (61,4%), dan pola pemberian makan baik (50,9%). Namun, mayoritas balita memiliki asupan lemak kurang (54,4%) dan tidak ASI eksklusif (89,5%). Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara asupan protein (p = 0,820), lemak (p = 0,646), karbohidrat (p = 0,985), pola pemberian makan (p = 0,681), maupun riwayat ASI eksklusif (p = 0,274) dengan Stunting (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan gizi makro, pola pemberian makan, dan ASI eksklusif dengan Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bahari. Kejadian stunting diduga dipengaruhi oleh faktor non-gizi lainnya seperti penyakit infeksi dan kondisi lingkungan.
Kata Kunci: Stunting, Asupan Gizi, Pola Pemberian Makan, ASI Eksklusif, Balita.
Tidak tersedia versi lain