Karya Tulis Mahasiswa
GAMBARAN KONSUMSI IKAN, ASUPAN NATRIUM DAN KALIUM PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA 45-60 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEROANG KABUPATEN MOROWALI
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Pola konsumsi pangan, terutama konsumsi ikan, asupan natrium, dan asupan kalium, berperan penting dalam pengendalian tekanan darah. Konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan kalium membantu menjaga keseimbangan cairan dan menurunkan tekanan darah. Konsumsi ikan yang kaya protein dan asam lemak omega-3 juga bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi ikan, asupan natrium, dan asupan kalium pada penderita hipertensi usia 45–60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kaleroang Kabupaten Morowali.
Metode: Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan survei. Sampel berjumlah 56 penderita hipertensi usia 45–60 tahun yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data konsumsi ikan, asupan natrium, dan asupan kalium dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan dianalisis secara univariat.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki konsumsi ikan kategori cukup sebanyak 51 sampel (91%), dengan frekuensi konsumsi terbanyak pada kategori sering sebanyak 50 sampel (89 %). Seluruh responden memiliki asupan natrium kategori lebih (100%) dan asupan kalium kategori kurang (100%). Penelitian ini menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi natrium, seperti garam, dan makanan olahan, serta meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran sebagai sumber kalium. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi gizi dan konseling mengenai pola makan sehat untuk membantu pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi.
Kesimpulan: Sebagian besar penderita hipertensi memiliki konsumsi ikan yang cukup, namun seluruh responden memiliki asupan natrium berlebih dan asupan kalium kurang. Kondisi ini menunjukkan bahwa pola konsumsi tinggi natrium dan rendah kalium masih berpotensi mendukung terjadinya hipertensi pada masyarakat setempat.
Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Pola Makan, Asupan Lemak, Status Hipertensi.
Tidak tersedia versi lain