Karya Tulis Mahasiswa
KOMBINASI PENERAPAN PERAWATAN LUKA DENGAN METODE CONVESIONAL DRESSING DAN HYDROCOLLOID TERHADAP INTEGRITAS KULIT DAN JARINGAN PADA TN.J DENGAN LUKA KAKI DIABETIC DI RSUD BAHTRAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan kelompok gangguan metabolik yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat, ditandai oleh ketidakmampuan tubuh memanfaatkan glukosa secara optimal sebagai sumber energi serta peningkatan produksi glukosa akibat proses glukoneogenesis dan glikogenolisis yang tidak terkontrol, sehingga menyebabkan hiperglikemia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan proses penyembuhan luka yang berfungsi mempertahankan kelembapan optimal pada dasar luka yang mendukung proses pertumbuhan jaringan. Tujuan: mengetahui Kombinasi Penarapan Perawatan Luka Dengan Metode Convensional Dressing dan Hydrocolloid Terhadap Integritas Kulit dan Jaringan Pada Pasien Dengan Luka Kaki Diabetic. Manfaat: Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien serta menjadi referensi dalam praktik keperawatan terkait menejemen diabetes melitus tipe II. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada Tn.J dengan diabetes melitus tipe II di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran skor BWAT pada luka sebelum dilakukan intervensi. Intervensi berupa perawatan luka dengan metode Convensional Dressing dan Hydrocolloid yang dilakukan selama 7 hari dengan durasi 20-30 menit setiap sesi. Hasil: setelah dilakukan intervensi pada Tn.J, terjadi penurunan pada Skor BWAT dan menunjukkan peningkatan pada proses penyembuhan luka. Kesimpulan: perawatan luka dengan metode Convensional Dressing dan Hydrocolloid efektif dalam membantu meningkatkan proses penyembuhan luka pada Tn.J dengan diabetes melitus tipe II, sehingga dapat diterapkan sebagai interveensi nonfarmakologis dalam manajemen luka. Saran: perawat diharapkan dapat menerapkan perawatan luka dengan metode Convensional Dressing dan Hydrocolloid sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan proses penyembuhan luka.
Kata Kunci: Diabetes melitus tipe II, convensional dressing, hydrocolloid, skor BWAT, asuhan keperawatan diabetes melitus tipe II
Tidak tersedia versi lain