Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Penerapan Kompres Hangat dan Teknik Akupresur Titik Sanyinjiao (SP6) dalam Mengatasi Nyeri Dismenore Primer pada Nn.A di Prodi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari
Penanda Bagikan

Karya Tulis Mahasiswa

Penerapan Kompres Hangat dan Teknik Akupresur Titik Sanyinjiao (SP6) dalam Mengatasi Nyeri Dismenore Primer pada Nn.A di Prodi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari

Nia Irmawati - Nama Orang; Nurfantri - Nama Orang; Dali - Nama Orang;

Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri menstruasi pada remaja akibat kontraksi uterus dan peningkatan prostaglandin yang menyebabkan iskemia jaringan. Nyeri yang tidak tertangani mengganggu aktivitas, konsentrasi belajar, dan kualitas hidup. Kombinasi kompres hangat dan akupresur titik Sanyinjiao (SP6) merupakan terapi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan kompres hangat dan teknik akupresur titik Sanyinjiao (SP6) dalam mengatasi nyeri dismenore primer pada remaja di Prodi D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari. Manfaat: Diharapkan setelah diberikan intervensi, remaja mengalami penurunan intensitas nyeri serta mampu menggunkan terapi nonfarmakologis secara mandiri dalam mengatasi nyeri dismenore primer. Metode: Studi kasus deskriptif pada 1 remaja dengan nyeri akut akibat dismenore primer. Intervensi kompres hangat dan akupresur SP6 dilakukan 3 hari, 2x sehari selama 20 menit pagi-sore. Pengukuran skala nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Terjadi penurunan skala nyeri dari nyeri berat (7) menjadi nyeri ringan (2), yang ditandai dengan keluhan nyeri berkurang, meningkatnya kenyamanan, serta klien mampu melakukan aktivitas dengan lebih baik. Kesimpulan: Kombinasi kompres hangat dan akupresur SP6 efektif menurunkan nyeri dismenore primer. Saran: Disarankan remaja menerapkan terapi ini secara mandiri. Bagi profesi keperawatan dan institusi pendidikan, hasil ini dapat menjadi referensi pengembangan intervensi nonfarmakologis. Bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan responden lebih banyak.
Kata Kunci: Dismenore Primer, Nyeri Akut, Kompres Hangat, Akupresur Sanyinjiao (SP6), Remaja "


Ketersediaan
#
Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari KTI KEP 2026
314/KEP/2026
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI KEP 2026
Penerbit
Kendari : Poltekkes Kemenkes Kendari., 2026
Deskripsi Fisik
xvii, 89 hlm ; 20 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
P00320023113
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Nyeri Akut
KOMPRES HANGAT
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?