Karya Tulis Mahasiswa
Penerapan Afirmasi Positif Terhadap Harga Diri Remaja Pada An. A Di SMP Negeri 2 Kendari
Pendahuluan : Harga diri rendah merupakan masalah psikososial yang sering dialami remaja akibat berbagai faktor, terutama pengalaman bullying, sehingga berdampak pada menurunnya kepercayaan diri, kemampuan berinteraksi sosial, dan perkembangan psikologis. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan harga diri adalah afirmasi positif. Tujuan : Mengetahui penerapan afirmasi positif terhadap harga diri remaja An. A di SMP Negeri 2 Kendari. Metode : Studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada satu orang remaja laki-laki berusia 13 tahun yang mengalami harga diri rendah akibat bullying verbal. Penilaian dilakukan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), sedangkan intervensi afirmasi positif diberikan selama tiga hari berturut-turut sesuai standar operasional prosedur melalui pengulangan kalimat afirmasi, observasi, wawancara, dan evaluasi. Hasil : Setelah intervensi, skor harga diri meningkat dari 19 (harga diri rendah) menjadi 26 (harga diri sedang). Subjek juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, mampu mempertahankan kontak mata, lebih terbuka mengungkapkan perasaan, mengenali potensi diri, serta mulai berinteraksi aktif dengan teman sebaya. Kesimpulan : Penerapan afirmasi positif mampu meningkatkan harga diri remaja yang mengalami harga diri rendah akibat bullying verbal. Saran : Perawat, guru BK, dan keluarga diharapkan menerapkan afirmasi positif secara berkelanjutan sebagai intervensi sederhana untuk meningkatkan kesehatan mental dan harga diri remaja. Kata Kunci: Afirmasi Positif, Harga Diri, Remaja, Bullying."
Tidak tersedia versi lain