Karya Tulis Mahasiswa
Penerapan restrukturisasi kognitif terhadap status kognitif pada pasien Tn.S dengan perilaku kekerasan diruang melati rumah sakit jiwa prov sultra
Latar Belakang: Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang dapat menyebabkan penurunan status kognitif sehingga memengaruhi kemampuan berpikir, perhatian, memori, orientasi, dan pengendalian emosi. Terapi restrukturisasi kognitif merupakan intervensi keperawatan yang bertujuan mengubah pola pikir maladaptif menjadi lebih rasional dan adaptif. Tujuan: Mengetahui penerapan terapi restrukturisasi kognitif terhadap status kognitif pada pasien Tn. S dengan perilaku kekerasan di Ruang Melati Rumah Sakit Jiwa Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien. Pada hari pertama hingga hari ketiga dilakukan pemeriksaan status kognitif (pre-test) menggunakan Montreal Cognitive Assessment Indonesia (MOCA-Ina). Selanjutnya terapi restrukturisasi kognitif diberikan pada hari keempat hingga hari ketujuh satu kali sehari selama 15-30 menit. Evaluasi status kognitif (post-test) dilakukan pada hari kedelapan hingga hari kesepuluh menggunakan MoCA-Ina. Hasil: Skor MoCA meningkat dari 10 pada pre-test menjadi 28 pada post-test. Peningkatan terjadi pada domain visuospasial/eksekutif, penamaan, abstraksi, delayed recall, dan orientasi, sedangkan domain atensi dan bahasa masih menunjukkan gangguan ringan. Pasien tampak lebih tenang, kooperatif, mampu berpikir lebih rasional, serta tidak lagi menunjukkan perilaku mudah marah dan mengancam. Kesimpulan: Penerapan terapi restrukturisasi kognitif efektif meningkatkan status kognitif serta membantu mengendalikan perilaku kekerasan pada pasien. Kata Kunci: Restrukturisasi Kognitif, Status Kognitif, Perilaku Kekerasan, MoCA- Ina."
Tidak tersedia versi lain