Karya Tulis Mahasiswa
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP TINGKAT INTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN TN. S DIRUANG MELATI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Latar Belakang: Isolasi sosial merupakan gangguan hubungan interpersonal yang ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi, serta rendahnya kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Kondisi ini dapat menghambat proses pemulihan pasien sehingga diperlukan intervensi keperawatan yang efektif. Salah satu intervensi yang dapat diberikan adalah komunikasi terapeutik, yang bertujuan membangun hubungan saling percaya serta meningkatkan kemampuan interaksi sosial pasien. Tujuan: Mengetahui penerapan komunikasi terapeutik terhadap tingkat interaksi sosial pada pasien isolasi sosial di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan studi dokumentasi. Intervensi berupa komunikasi terapeutik dilaksanakan selama tujuh hari melalui fase orientasi, kerja, dan terminasi, kemudian dievaluasi menggunakan lembar observasi interaksi sosial sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penerapan komunikasi terapeutik menunjukkan peningkatan kemampuan interaksi sosial pasien secara bertahap. Total skor interaksi sosial meningkat dari 10 pada awal intervensi menjadi 22 pada hari ketujuh. Peningkatan terlihat pada kemampuan mendengarkan, menanggapi pembicaraan, mempertahankan kontak mata, memahami norma sosial, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, menghargai pendapat orang lain, serta mengendalikan emosi saat berinteraksi. Kesimpulan: Penerapan komunikasi terapeutik selama tujuh hari mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien isolasi sosial. Komunikasi terapeutik dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan yang efektif untuk membantu pasien membangun hubungan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengurangi perilaku menarik diri. Kata Kunci: Komunikasi terapeutik, interaksi sosial, isolasi sosial, keperawatan jiwa, studi kasus.
Tidak tersedia versi lain