Karya Tulis Mahasiswa
PENERAPAN KOMBINASI BRISK WALKING EXERCISE DAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA Ny.W DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DI PUSKESMAS POASIA
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global signifikan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara abnormal. Data Puskesmas Poasia menunjukkan tren peningkatan kasus hipertensi dalam tiga tahun terakhir. Penatalaksanaan non-farmakologis melalui aktivitas fisik seperti kombinasi latihan aerobik jalan cepat (brisk walking exercise) dan latihan kontraksi statis otot tangan (isometric handgrip exercise) diperlukan untuk membantu menurunkan resistensi pembuluh darah perifer dan menstabilkan tekanan darah secara optimal.Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan kombinasi brisk walking exercise dan isometric handgrip exercise terhadap penurunan tekanan darah (sistolik dan diastolik) dalam meminimalkan risiko gangguan sirkulasi pada pasien hipertensi di Puskesmas Poasia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Subjek studi kasus adalah satu orang pasien (Ny. W, 48 tahun) dengan diagnosis Hipertensi Derajat 2 dan diagnosis keperawatan Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif. Intervensi kombinasi dilakukan selama 5 hari berturut-turut (08–12 Juni 2026) dengan durasi 20–30 menit per sesi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) latihan menggunakan tensimeter digital.Hasil: Sebelum intervensi, Ny. W berada pada kondisi kerentanan tinggi dengan tekanan darah mencapai 170/100 mmHg disertai keluhan pusing serta tegang pada tengkuk. Setelah diberikan intervensi selama 5 hari, tekanan darah pasca- terapi di hari kelima menurun secara signifikan menjadi 136/82 mmHg. Terjadi penurunan total pada tekanan darah sistolik sebesar 26 mmHg dan diastolik sebesar 13 mmHg pada pengukuran pasca-terapi. Seluruh keluhan subjektif pendukung berupa pusing dan leher kaku juga dilaporkan hilang total.Kesimpulan: Penerapan terapi kombinasi brisk walking exercise dan isometric handgrip exercise efektif dalam menurunkan dan mengendalikan tekanan darah serta mengantisipasi masalah risiko perfusi perifer tidak efektif pada pasien hipertensi agar tidak berkembang menjadi aktual. Kata Kunci: Hipertensi, Brisk Walking Exercise, Isometric Handgrip Exercise, Tekanan Darah
Tidak tersedia versi lain