Karya Tulis Mahasiswa
Penerapan Latihan Rentang Gerak (ROM) UNTUK MENINGKATKAN MOBILITAS FISIK PADA NY. N DENGAN STROKE NON HEMORAGIK FASE REHABILITASI DI RSUD KOTA KENDARI
Latar Belakang: Stroke non-hemoragik merupakan salah satu penyebab utama gangguan mobilitas fisik akibat kelemahan otot dan keterbatasan rentang gerak sendi. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga diperlukan intervensi rehabilitasi yang tepat. Salah satu intervensi yang dapat diberikan adalah latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM). Tujuan: Mendeskripsikan penerapan latihan ROM untuk meningkatkan mobilitas fisik pada pasien stroke non-hemoragik yang menjalani rehabilitasi di RSUD Kota Kendari. Manfaat: Diharapakan setelah diberikan terapi ROM pada pasien stroke non hemoragik dapat meningkatkan mobilitas fisik. Metode: Studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien stroke non-hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Intervensi ROM diberikan dua kali sehari selama tujuh hari. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran kekuatan otot, dan rentang gerak sendi. Hasil: Penerapan latihan ROM menunjukkan peningkatan mobilitas fisik yang ditandai dengan meningkatnya rentang gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, serta berkurangnya keterbatasan gerak selama masa rehabilitasi. Kesimpulan: Latihan ROM dapat membantu meningkatkan mobilitas fisik pada pasien stroke non-hemoragik dan dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam mendukung proses rehabilitasi.
Kata Kunci: Stroke Non-Hemoragik, Range of Motion (ROM), Mobilitas Fisik, Rehabilitasi.
Tidak tersedia versi lain