Karya Tulis Mahasiswa
Gambaran Penerapan Terapi Brisk Walking terhadap Kestabilan Kadar Glukosa Darah pada Ny. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Umum Puskesmas Poasia Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah adalah terapi brisk walking. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan terapi brisk walking terhadap kestabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada satu pasien dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut selama 30 menit setiap hari. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Terjadi penurunan kadar glukosa darah secara bertahap, dari 245 mg/dL menjadi 214 mg/dL setelah empat hari intervensi. Pasien juga tampak lebih bugar, tidak mudah lelah, dan mampu melakukan latihan dengan baik. Kesimpulan: Terapi brisk walking dapat membantu menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah. Saran: Pasien diharapkan melakukan brisk walking secara rutin sesuai kemampuan, sedangkan perawat dan puskesmas dapat menjadikannya sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2.
Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Brisk Walking, Kadar Glukosa Darah, latihan Fisik, Terapi Nonfarmakologis.
Tidak tersedia versi lain