Karya Tulis Mahasiswa
penerapan terapi kombinasi uap hangat minyak kayu putih dan pengaturan posisi terhadap pola napas pada an.a dengan diagnosa medis ISPA di ruang mawar RSUD Kota Kendari
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, meskipun dapat pula dipengaruhi oleh penyebab lain. Perbedaan penyebab tersebut membuat setiap individu melakukan berbagai upaya pencegahan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit. Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pola napas pasien ISPA sebelum dan sesudah penerapan terapi uap hangat minyak kayu putih dan pengaturan posisi di Ruang Mawar RSUD Kota Kendari. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien anak yang mengalami ISPA dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tujuh hari (pagi dan sore) selama 20 menit per sesi menggunakan air hangat bersuhu 40°C melalui teknik uap. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi, Sebelum terapi, frekuensi napas pasien 40 x/menit disertai penggunaan otot bantu napas dan saturasi oksigen 98%. Setelah terapi selama tujuh hari, frekuensi napas menurun menjadi 35 x/menit, penggunaan otot bantu napas berkurang, dan saturasi oksigen meningkat menjadi 99%. Kesimpulan: Terapi uap hangat minyak kayu putih dan pengaturan posisi efektif menurunkan frekuensi napas serta membantu menstabilkan penggunaan otot bantu napas pada anak dengan ISPA. Metode ini aman, mudah dilakukan, dan dapat dijadikan langkah awal penanganan di rumah sakit maupun di rumah. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan praktik keperawatan, meningkatkan pengetahuan masyarakat, serta menambah wawasan peneliti mengenai terapi kombinasi uap hangat minyak kayu putih dan pengaturan posisi pada anak dengan ISPA. Kata Kunci: ISPA, Pola Napas, Uap Hangat Minyak Kayu Putih, Pengaturan Posisi.
Tidak tersedia versi lain