Karya Tulis Mahasiswa
PENERAPAN CONSTRAINT-INDUCED MOVEMENT THERAPY (CIMT) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN Tn. S STROKE NON-HEMORAGIK RAWAT JALAN DI POLI SARAF RSUD KOTA KENDARI
Latar belakang: Stroke non-hemoragik merupakan penyebab utama gangguan gerak yang ditandai dengan kelemahan otot akibat kerusakan neurologis. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT), yaitu metode yang membatasi penggunaan anggota tubuh yang lemah sehingga dapat meningkatkan fungsi motorik pasien. Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis dalam meningkatkan kualitas rehabilitasi pasien serta sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan keluarga dalam mendukung proses pemulihan. Tujuan: Mendeskripsikan Penerapan Constraint-Induced Movement Therapy (CIMT) Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non-Hemoragik di RSUD Kota Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif pada satu pasien yang diberikan terapi selama 7 hari, dua kali sehari, dengan pengukuran menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dari skala 2 menjadi 3, dan tekanan darah 129/95 Mnejadi 120/85 yang cenderung stabil selama terapi. Kesimpulan: CIMT efektif dalam meningkatkan kekuatan otot secara bertahap melalui proses adaptasi dan neuroplastisitas, sehingga dapat mendukung pemulihan fungsi motorik pada pasien stroke non-hemoragik. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak responden dan durasi yang lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Kata kunci: CIMT, Stroke Non Hemoragik, Kekuatan Otot,
Tidak tersedia versi lain