Karya Tulis Mahasiswa
PENERAPAN PIJAT LAKTASI TERHADAP STATUS MENYUSUI PADA IBU NIFAS PRIMIPARA Ny. I DI RUANG TAJMAHAL RSU DEWI SARTIKA KENDARI
Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, namun pada ibu nifas primipara sering terjadi keterlambatan atau kurang lancarnya produksi ASI akibat proses adaptasi laktasi, kurangnya stimulasi payudara, serta faktor psikologis. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah pijat laktasi. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pijat laktasi terhadap produksi ASI pada ibu nifas primipara di RSU Dewi Sartika Kendari. Manfaat: Memberikan informasi dan referensi bagi ibu, tenaga kesehatan, rumah sakit, serta pengembangan ilmu keperawatan mengenai upaya peningkatan produksi ASI melalui pijat laktasi. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu ibu nifas primipara yang mengalami produksi ASI kurang. Intervensi pijat laktasi dilakukan selama 6 hari, dua kali sehari dengan durasi 15–20 menit. Hasil: Pada hari ke-1 sampai ke-3 ASI belum keluar. Setelah pemberian pijat laktasi, pada hari ke-4 hingga ke-6 ASI mulai keluar sampai keluar deras saat ditekan, disertai peningkatan status menyusui. Kesimpulan: Pijat laktasi efektif membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas primipara sehingga status menyusui menjadi lebih baik. Saran: Ibu nifas diharapkan mempelajari dan menerapkan pijat laktasi secara rutin. Tenaga kesehatan dan rumah sakit dapat menjadikan pijat laktasi sebagai salah satu intervensi untuk mendukung keberhasilan menyusui, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kata Kunci: Pijat laktasi, Produksi ASI, Ibu nifas primipara.
Tidak tersedia versi lain