Karya Tulis Mahasiswa
Gambaran Penerapan Terapi Aktivitas Terjadwal (Drawing Therapy) Terhadap Persepsi Sensori Pada Ny S Dengan Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara
Pendahuluan: Gangguan persepsi sensori pada pasien dengan halusinasi pendengaran dapat memengaruhi perilaku dan fungsi sosial pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi aktivitas terjadwal (drawing therapy). Tujuan: mengetahui penerapan terapi aktivitas terjadwal (drawing therapy) terhadap persepsi sensori pada pasien dengan halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien dengan diagnosis keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi dilakukan selama 4 hari berturut-turut melalui kegiatan menggambar selama 20– 30 menit pada setiap sesi. Hasil: terjadi penurunan tanda dan gejala halusinasi yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi halusinasi, verbalisasi mendengar bisikan, serta perilaku mondar-mandir. Pasien juga tampak lebih tenang, kooperatif, dan mampu fokus selama terapi berlangsung. Kesimpulan: terapi aktivitas terjadwal (drawing therapy) dapat membantu memperbaiki persepsi sensori pada pasien dengan halusinasi pendengaran. Saran: terapi ini dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan pasien dengan halusinasi pendengaran.
Kata kunci: terapi aktivitas terjadwal, drawing therapy, halusinasi pendengaran, persepsi sensori.
Tidak tersedia versi lain