Karya Tulis Mahasiswa
IDENTIFIKASI TELUR CACING Soil Transmitted Helminth (STH) PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KELURAHAN MATABUBU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DIRECT SLIDE/NATIF
Pendahuluan: Infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak balita yang berisiko terpapar telur cacing melalui tanah akibat perilaku hidup bersih dan sehat yang belum optimal. Tujuan: Mengidentifikasi keberadaan telur cacing STH pada feses anak balita di Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia Kota Kendari menggunakan metode direct slide/natif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan 30 sampel feses anak balita usia 1–5 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kendari menggunakan metode direct slide/natif dengan eosin 2%, kemudian diamati secara mikroskopis pada perbesaran 10× dan 40×. Hasil: Dari 30 sampel yang diperiksa, sebanyak 6 sampel (20%) positif mengandung telur cacing STH dan 24 sampel (80%) negatif. Seluruh sampel positif ditemukan telur Ascaris lumbricoides dalam bentuk fertil, infertil, dan decorticated. Keberadaan telur cacing diduga berkaitan dengan kebiasaan bermain tanpa alas kaki, kurangnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, serta kondisi sanitasi lingkungan yang kurang memadai. Kesimpulan: Ditemukan infeksi STH pada anak balita di Kelurahan Matabubu dengan prevalensi sebesar 20%, dan seluruh telur cacing yang ditemukan merupakan Ascaris lumbricoides. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta peningkatan kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan infeksi STH pada anak balita.
Kata Kunci : Soil Transmitted Helminth (STH), balita, metode direct slide/natif.
Tidak tersedia versi lain