Karya Tulis Mahasiswa
DAYA TERIMA DAN ESTIMASI NILAI GIZI PUDING LABU KUNING DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF KUDAPAN LOKAL BERPOTENSI MENDUKUNG DIET JANTUNG
Latar belakang: Penyakit jantung tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Mengembangkan camilan lokal yang bergizi dapat mendukung penerapan pola makan sehat untuk kesehatan jantung. Labu (Cucurbita moschata) kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, sedangkan tepung daun kelor (Moringa oleifera) mengandung kadar protein, kalium, kalsium, zat besi, dan senyawa antioksidan yang tinggi. Oleh karena itu, puding labu dengan tepung daun kelor sebagai pengganti berpotensi dikembangkan sebagai camilan lokal alternatif yang mendukung kesehatan jantung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan menggunakan empat formulasi puding labu dengan tingkat substitusi tepung daun moringa yang berbeda: P0 (0%), P1 (10 g), P2 (12,5 g), dan P3 (15 g). Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis agak terlatih dengan menilai aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis kandungan gizi dilakukan menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 adalah produk yang paling disukai oleh panelis dengan nilai atribut keseluruhan rata-rata 3,6. Berdasarkan analisis Tkpi, kandungan nutrisi dalam 1 porsi puding (40 g) adalah energi 70,8 kkal, protein 1,7 g, lemak 1,6 g, karbohidrat 13,2 g, vitamin C 3,4 mg, natrium 18,3 mg, kalium 163,4 mg), dan zat besi 0,2. Kesimpulan: Puding dengan substitusi tepung daun moringa, terutama pada perlakuan P1, memiliki penerimaan yang baik dan berpotensi sebagai camilan lokal alternatif yang dapat mendukung diet jantung.
Kata Kunci: Daya terima, puding labu kuning, tepung daun kelor, estimasi nilai gizi,kudapan lokal, diet jantung.
Tidak tersedia versi lain