Karya Tulis Mahasiswa
Perbedaan Kadar Trigliserida pada Remaja dengan Status Gizi Normal dan Obesitas di Kota Kendari
Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami obesitas akibat perubahan pola makan dan gaya hidup. Obesitas merupakan kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dengan energi yang digunakan yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh dan dapat berujung pada gangguan metabolisme lipid seperti peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar trigliserida pada remaja dengan status gizi normal dan obesitas di Kota Kendari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study kuantitatif komparatif. Sebanyak 50 sampel remaja yang terdiri atas remaja dengan status gizi normal dan obesitas diperoleh melalui teknik purposive sampling. Status gizi ditentukan berdasarkan nilai Z-score IMT/U menggunakan perangkat lunak WHO AnthroPlus®. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan dengan menggunakan alat fotometer berdasarkan prinsip enzimatik di Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari. Hasil: Penelitian ini menggunakan uji beda T tidak berpasangan dengan rata-rata kadar trigliserida pada status gizi obesitas lebih tinggi (134,24 mg/dL) dibandingkan pada kelompok status gizi normal (92,56 mg/dL) dengan nilai signifikansi p = 0,006. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar trigliserida kelompok status gizi normal dan kelompok status gizi obesitas pada subjek remaja di Kota Kendari.
Kata Kunci: Trigliserida, Remaja, Status gizi, Obesitas.
Tidak tersedia versi lain