Karya Tulis Mahasiswa
IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITED HELMINTH (STH) PADA ANAK DI WILAYAH KELURAHAN PUUWATU KOTA KENDARI
Pendahuluan: Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan nematoda usus yang memerlukan tanah dalam siklus hidupnya untuk berkembang menjadi bentuk infektif. Infeksi kecacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak terutama yang berkaitan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta sanitasi lingkungan yang buruk. Tujuan: Untuk mengetahui keberadaan telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH) pada feses anak usia 5-11 tahun di wilayah Kelurahan Puuwatu Kota Kendari menggunakan metode flotasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan pada tanggal 20 April - 05 Mei 2026. Sampel penelitian adalah feses dari 30 anak usia 5-11 tahun di Kelurahan Puuwatu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Identifikasi telur cacing dilakukan di Laboratorium Parasitologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kendari menggunakan metode flotasi. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 30 sampel diketahui bahwa 2 sampel (6,7%) positif mengandung telur STH, sedangkan 28 sampel (93,3%) negatif. Telur yang teridentifikasi adalah Ascaris lumbricoides bentuk infertile. Kesimpulan: Dari 30 sampel feses teridentifikasi 2 sampel positif (6,7%) mengandung telur cacing STH, sedangkan 28 sampel (93,3%) tidak ditemukan telur cacing STH.
Kata Kunci: Telur cacing, Soil Transmitted Helminth (STH), anak, metode flotasi.
Tidak tersedia versi lain