Karya Tulis Mahasiswa
Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Anak Di Wilayah Kelurahan Ngapaaha Kecamatan Tinanggea Menggunakan Metode Flotasi
Pendahuluan : Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) adalah penyakit kecacingan yang ditularkan melalui tanah serta menyerang saluran pencernaan manusia dan paling sering ditemukan pada anak-anak usia sekolah dasar. Infeksi STH masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Spesies cacing yang termasuk dalam kelompok STH adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, serta cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan telur cacing STH pada sampel feses anak usia 5–11 tahun di Kelurahan Ngapaaha menggunakan metode flotasi. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan uji laboratorium. Menggunakan metode flotasi, sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak usia 5-11 tahun di Kelurahan Ngapaaha. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil : Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 30 sampel anak diketahui bahwa sebanyak 3 sampel (10%) positif mengandung telur cacing STH, sedangkan 27 sampel (90%) negatif. Jenis telur cacing STH yang terdapat pada sampel posistif adalah Ascaris lumbricoides dengan bentuk (fertile dan decorticated) serta Trichuris trichiura. Kesimpulan : Dari 30 sampel feses teridentifikasi 3 sampel positif (10%), mengandung telur cacing STH sedangkan 27 sampel negatif (90%) tidak mengandung telur cacing STH.
Kata Kunci: Telur cacing, Soil transmitted helminth (STH), Anak, Metode flotasi.
Tidak tersedia versi lain