Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans MENGGUNAKAN METODE SUMURAN
Penanda Bagikan

Karya Tulis Mahasiswa

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans MENGGUNAKAN METODE SUMURAN

NUR DWYANTI - Nama Orang; Desty Triyaswati - Nama Orang; AHMAD ZIL FAUZI - Nama Orang;

Pendahuluan: Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab kandidiasis. Penggunaan antijamur sintetis yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi sehingga diperlukan alternatif antijamur alami. Bawang putih (Allium sativum L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti allicin, ajoene, alliin, flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antijamur melalui mekanisme menghambat sintesis ergosterol, merusak membran sel, serta menghambat pertumbuhan jamur. Tujuan: Untuk mengetahui daya hambat ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans menggunakan metode sumuran. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorik in vitro. Ekstrak bawang putih dibuat dalam konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 100%, kemudian diuji menggunakan metode difusi sumuran pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Ketokonazol digunakan sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Hasil: Rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 100% berturut-turut sebesar 1,94 mm; 3,31 mm; 5,05 mm; dan 6,86 mm. Kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 35,92 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans, namun masih termasuk kategori resisten berdasarkan kriteria CLSI. Kesimpulan: Ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans, tetapi daya hambatnya masih lebih rendah dibandingkan ketokonazol.
Kata kunci: Bawang putih (Allium sativum L.), Candida albicans, metode sumuran.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari KTI TLM 2026
177/TLM/2026
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI TLM 2026
Penerbit
Kendari : Poltekkes Kemenkes Kendari., 2026
Deskripsi Fisik
xv, 73 hlm, 20x29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
P00341023195
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Bawang putih (Allium sativum L.)
Candida albicans
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?