Karya Tulis Mahasiswa
PENGARUH INHALASI AROMATERAPI LAVENDER (LAVANDULA ANGUSTIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN IBU NIFAS DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2026
Pendahuluan: Kecemasan pada masa nifas merupakan masalah psikologis yang sering dialami ibu setelah melahirkan dan dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun bayi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah inhalasi aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inhalasi aromaterapi lavender terhadap penurunan kecemasan ibu nifas di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok intervensi (15 responden) dan kelompok kontrol (15 responden) dengan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner HARS sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan inhalasi aromaterapi lavender menggunakan diffuser selama ±30 menit, sedangkan kelompok kontrol diberikan plasebo berupa inhalasi air tanpa aromaterapi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan p-value (0,001) yang artinya terdapat penurunan kecemasan, sedangkan hasil uji Wilcoxon pada kelompok kontrol menunjukkan p-value (0,959) yang berarti tidak terdapat perubahan. Hasil uji Mann–Whitney pada kelompok kontrol dan intervensi menunjukkan p-value (0,000) < ? (0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima sehingga ada pengaruh inhalasi aromaterapi lavender terhadap penurunan kecemasan ibu nifas. Kesimpulan: Ada pengaruh inhalasi aromaterapi lavender terhadap penurunan kecemasan ibu nifas di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kata kunci: aromaterapi lavender, kecemasan, ibu nifas, HARS, postpartum.
Tidak tersedia versi lain