Karya Tulis Mahasiswa
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI DAUN KELOR DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DASAR (6–12 TAHUN) DI KELURAHAN GUNUNG JATI KOTA KENDARI
Latar Belakang: Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan lokal yang kaya akan protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang berpotensi mendukung pertumbuhan serta status gizi anak. Namun, hubungan antara kebiasaan konsumsi daun kelor dengan status gizi anak usia sekolah masih perlu dikaji lebih lanjut Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 6–12 tahun di Kelurahan Gunung Jati Kota Kendari sebanyak 253 anak. Sampel berjumlah 155 anak yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data kebiasaan konsumsi daun kelor dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan data status gizi diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden sering mengonsumsi daun kelor (64,5%). Status gizi berdasarkan BB/U menunjukkan 65,8% anak berada pada kategori berat badan kurang, 29,7% normal, dan 4,5% gizi lebih. Berdasarkan TB/U, sebanyak 45,8% anak memiliki tinggi badan normal, 39,4% pendek, dan 14,8% tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi daun kelor dengan status gizi berdasarkan BB/U (p=0,067) maupun TB/U (p=0,113). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi daun kelor dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U dan TB/U pada anak usia 6–12 tahun di Kelurahan Gunung Jati Kota Kendari. Status gizi anak dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti asupan energi dan protein, penyakit infeksi, kondisisosial ekonomi, dan faktor genetik
Kata Kunci: Daun Kelor, Kebiasaan Konsumsi, Status Gizi, BB/U, TB/U, Anak Usia Sekolah..
Tidak tersedia versi lain