Karya Tulis Mahasiswa
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN SERTA STATUS GIZI DI SMPS ANTAM POMALAA
Latar belakang : Masalah gizi pada remaja merupakan salah satu perhatian utama kesehatan global. World Health Organization (WHO) memperkirakan permasalahan status gizi pada usia remaja mencapai 30–40%. Ketidakseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan tubuh selama masa remaja dapat menimbulkan masalah gizi ganda, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi sekaligus. Di SMPS Antam Pomalaa, data Puskesmas Pomalaa tahun 2025 mencatat bahwa dari 196 siswa, sebanyak 15 siswa (8,5%) mengalami status gizi overweight, mendekati ambang batas signifikansi masalah gizi 10%, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi, asupan energi dan protein, serta status gizi remaja di SMPS Antam Pomalaa. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 47 siswa di SMPS Antam Pomalaa, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Proportional Random Sampling. Pengumpulan data pengetahuan gizi menggunakan kuesioner, asupan energi dan protein diukur menggunakan metode food recall 24 jam, serta status gizi dinilai melalui pengukuran antropometri (IMT/U). Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden (87,2%) memiliki tingkat pengetahuan gizi kategori cukup, sedangkan 12,8% berkategori kurang. Berdasarkan asupan energi, sebanyak 42,6% responden berada pada kategori baik, 31,9% kurang, dan 25,5% lebih. Asupan protein menunjukkan bahwa 53,2% responden berada pada kategori lebih, 25,5% baik, dan 21,3% kurang. Hasil pengukuran status gizi menunjukkan 66,0% responden berstatus gizi normal, 10,6% gizi kurang, 4,3% overweight, dan 19,1% obesitas. Kesimpulan : Pengetahuan gizi remaja di SMPS Antam Pomalaa mayoritas berada pada kategori cukup, asupan energi sebagian besar sudah baik, sedangkan asupan protein didominasi oleh kategori lebih. Status gizi mayoritas normal, namun terdapat beban gizi ganda (double burden of malnutrition) yang ditunjukkan dengan tingginya prevalensi gizi lebih (23,4%) dan masih adanya gizi kurang (10,6%). Kata kunci : Remaja, Pengetahuan Gizi, Asupan Energi dan Protein, Status Gizi.
Tidak tersedia versi lain