Karya Tulis Mahasiswa
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, POLA MAKAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE ll RAWAT JALAN DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pengendalian glukosa darah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan gizi dan pola makan. Pengetahuan gizi yang baik dapat membantu pasien dalam memilih makanan sesuai kebutuhan, sedangkan pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, dapat meningkatkan risiko kadar glukosa darah tidak terkontrol. Oleh karena itu, gambaran pengetahuan gizi, pola makan, dan kadar glukosa darah penting diketahui sebagai dasar dalam mendukung pengelolaan DM tipe II pada pasien rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi, pola makan, dan kadar glukosa darah pada pasien penderita Diabetes Mellitus Tipe II rawat jalan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei yang dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2026 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Populasi penelitian berjumlah 52 orang dengan sampel sebanyak 46 pasien DM Tipe II rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi. Data primer tingkat pengetahuan gizi dan pola makan (frekuensi konsumsi bahan makanan berisiko) dikumpulkan menggunakan kuesioner dan Formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi tabel univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori kurang, yaitu sebanyak 31 responden 67,4%. Berdasarkan pola makan, sebagian besar responden berada pada kategori berisiko (sering mengonsumsi bahan makanan tinggi gula/lemak), yaitu sebanyak 25 responden 54,3%. Untuk parameter klinis, sebagian besar responden memiliki kadar glukosa darah dengan kategori tidak terkontrol (>200 mg/dl), yaitu sebanyak 31 responden 67,4%. Kesimpulan: Sebagian besar pasien penderita DM Tipe II rawat jalan di RSUD Bahteramas masih memiliki tingkat pengetahuan gizi yang kurang, pola makan yang berisiko, serta kadar glukosa darah yang sebagian besar tidak terkontrol. Ketiga temuan tersebut saling berkaitan dan menegaskan pentingnya edukasi gizi. Disarankan bagi institusi rumah sakit untuk mengoptimalkan program edukasi gizi dan pemantauan pola makan terarah guna membantu pasien mencapai kadar glukosa darah normal.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, Pengetahuan Gizi, Pola Makan, Kadar Glukosa Darah
Tidak tersedia versi lain