Karya Tulis Mahasiswa
Perbedaan Kadar Kreatinin antara Perokok Elektrik dan Non-perokok pada Remaja di Kota Kendari
Pendahuluan : Remaja adalah kelompok usia yang paling rentan terhadap pengaruh lingkungan, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Perilaku merokok pada kalangan remaja saat ini telah mengalami pergeseran dari rokok konvensional dengan penggunaan tembakau menjadi rokok elektrik. Rokok elektrik mengandung banyak zat, termasuk nikotin, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi fungsi ginjal melalui penurunan laju filtrasi glomerulus. Satu indikator untuk menilai fungsi ginjal adalah peningkatan kadar kreatinin serum. Tujuan : Mengetahui bagaimana perbedaan kadar kreatinin antara perokok elektrik dengan non perokok pada remaja di Kota Kendari. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study kuantitatif kompratif. Sebanyak 50 sampel remaja terdiri atas remaja status penggunaan rokok elektrik dan non-perokok diperoleh dari teknik purposive study. Pemeriksaan kadar kreatinin dilakukan dengan menggunakan alat fotometer berdasarkan prinsip enzimatik di Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Kendari. Hasil : Penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U Test dengan rerata kadar kreatinin pada kelompok perokok elektrik sebesar 1,48 mg/dL dan pada kelompok non-perokok 1,23 mg/dL dengan nilai signifikansi p = 0,26. Kesimpulan : Tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara kadar kelompok perokok elektrik dengan kelompok non-perokok pada subjek remaja di Kota Kendari.
Kata Kunci : Kreatinin, Remaja, Perokok Elektrik, Non-Perokok
Tidak tersedia versi lain