Karya Tulis Mahasiswa
PERSEPSI IBU NIFAS TERHADAP PRAKTIK BUDAYA PI’URANGA DI DESA WASAMPELA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON
Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode pemulihan ibu setelah persalinan yang masih dipengaruhi oleh nilai budaya masyarakat. Salah satu praktik budaya yang masih dilakukan masyarakat Buton adalah Pi’uranga, yaitu tradisi perawatan ibu nifas yang diwariskan secara turun-temurun. Praktik ini diyakini memberikan manfaat bagi pemulihan ibu, namun juga memiliki risiko apabila tidak disesuaikan dengan prinsip kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman ibu nifas dalam menjalani Pi’uranga, persepsi terhadap manfaat dan risiko, makna budaya, serta kesesuaiannya dengan kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di Desa Wasampela Kabupaten Buton tahun 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan berjumlah 7 orang yang terdiri atas 3 ibu nifas sebagai informan utama dan 4 informan pendukung yaitu bidan, dukun bayi, anggota keluarga, dan tokoh adat. Analisis data dilakukan melalui proses coding, kategorisasi, hingga pembentukan tema. Hasil: Hasil penelitian menghasilkan empat tema, yaitu: 1) Pengalaman ibu nifas menjalani Pi’uranga, meliputi pelaksanaan sejak awal masa nifas, peran keluarga, dan berbagai ritual budaya; 2) Persepsi manfaat dan risiko Pi’uranga, meliputi manfaat dalam pemulihan tubuh dan kenyamanan, serta risiko akibat penggunaan panas dan pantangan makanan; 3) Makna budaya Pi’uranga, meliputi warisan leluhur, penghormatan kepada orang tua, dan identitas budaya perempuan Buton; 4) Kesesuaian Pi’uranga dengan kesehatan, meliputi edukasi bidan, modifikasi praktik, dan penyesuaian budaya dengan prinsip kesehatan. Kesimpulan: Persepsi ibu nifas terhadap praktik budaya Pi’uranga pada umumnya positif karena dianggap membantu pemulihan dan memiliki nilai budaya yang kuat. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan anjuran kesehatan melalui peran tenaga kesehatan agar tradisi tetap dipertahankan secara aman. Kata Kunci: Persepsi Ibu Nifas, Pi’uranga, Budaya, Perawatan Masa Nifas, Fenomenologi
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain