Karya Tulis Mahasiswa
GAMBARAN NEUTROPHILL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) PADA PENDERITA ASMA DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Gambaran Neutrophill lymphocyte Ratio (NLR) pada Penderita Asma di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurusan D-III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kendari yang dibimbing oleh Anita Rosanty dan Ahmat Rediansya Putra. Pendahuluan: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan hiperresponsivitas bronkus obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel serta inflamasi kronis yang melibatkan berbagai sel inflamasi. Neutrophill Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan salah satu biomarker inflamasi sistemik yang diperoleh dari perbandingan jumlah neutrofil absolut dengan limfosit absolut dan dapat digunakan untuk menilai tingkat inflamasi pada penderita asma. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran Neutrophill Lymphocyte Ratio (NLR) pada penderita asma. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif observasional. Pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel darah vena penderita asma yang diperiksa dengan alat Hematology Analyzer untuk memperoleh nilai neutrofil absolut dan limfosit absolut, kemudian dihitung nilai Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR). Sebanyak 30 sampel penderita asma diperoleh dengan teknik accidental sampling. Hasil: Dari 30 sampel penderita asma yang diperiksa sebanyak 20 sampel (66,7%) menunjukkan nilai Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) meningkat, sedangkan 10 sampel (33,3%) menunjukkan nilai NLR normal. Tidak ditemukan sampel dengan nilai NLR menurun. Kesimpulan: Sebagian besar penderita asma memiliki nilai Neutrophill Lymphocyte Ratio (NLR) meningkat, yang menunjukkan adanya proses inflamasi sistemik pada penderita asma. Kata Kunci: Penderita Asma, Neutrophill Lymphocyte Ratio (NLR).
Tidak tersedia versi lain