Karya Tulis Mahasiswa
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN TERJADINYA RISIKO PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI UPTD PUSKESMAS WILAYAH KECAMATAN SIONTAPINA
Pendahuluan: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Faktor psikologis seperti kecemasan diduga berperan dalam meningkatkan risiko preeklampsia melalui aktivasi sistem saraf simpatis dan peningkatan hormon stres yang dapat menyebabkan vasokonstriksi serta peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan terjadinya risiko preeklampsia pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Wilayah Kecamatan Siotapina. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2026 di UPTD Puskesmas Wilayah Kecamatan Siotapina. Populasi penelitian berjumlah 70 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan risiko preeklampsia diukur menggunakan lembar skrining risiko preeklampsia pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi- Square (α ≤ 0,05). Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami kecemasan (cemas ringan hingga cemas sedang) yaitu sebanyak 34 responden (56,7%). Sementara itu, sebagian besar responden tidak memiliki faktor risiko preeklampsia yaitu sebanyak 38 responden (63,3%), dan terdapat 22 responden (36,7%) yang masuk dalam kategori berisiko mengalami preeklampsia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dan risiko preeklampsia pada ibu hamil (Pearson Chi-Square = 8,949; p-value = 0,003). Ibu hamil yang mengalami kecemasan cenderung memiliki risiko preeklampsia yang lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang tidak mengalami kecemasan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan terjadinya risiko preeklampsia pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Wilayah Kecamatan Siotapina. Ibu hamil dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko preeklampsia yang lebih tinggi. Skrining kesehatan mental pada ibu hamil perlu diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan risiko preeklampsia.
Kata kunci: Kecemasan, Ibu Hamil, Risiko Preeklampsia, HARS.
Tidak tersedia versi lain