Karya Tulis Mahasiswa
PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA PADA LAKI-LAKI DEWASA MUDA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DI POLTEKKES KEMENKES KENDARI
Perbedaan Kadar Trigliserida pada Laki-Laki Dewasa Muda Perokok dan Bukan Perokok di Poltekkes Kemenkes Kendari. Jurusan D-III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kendari. Dibimbing oleh Ahmat Rediansya Putra dan Aulia Rachma. Pendahuluan: Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memengaruhi metabolisme lipid melalui peningkatan kadar trigliserida akibat paparan nikotin. Peningkatan kadar trigliserida berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, sehingga pemeriksaan trigliserida penting dilakukan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan merokok terhadap profil lipid pada laki-laki dewasa muda. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar trigliserida pada laki-laki dewasa muda perokok dan bukan perokok di Poltekkes Kemenkes Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 50 mahasiswa laki-laki dewasa muda usia 17–23 tahun yang terdiri atas 25 perokok dan 25 bukan perokok. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode enzimatik kolorimetri GPO-PAP (fotometri). Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney menggunakan SPSS. Hasil: Nilai rata-rata kadar trigliserida pada kelompok perokok sebesar 82,12 mg/dL, sedangkan pada kelompok bukan perokok sebesar 76,84 mg/dL. Pada perokok, 25 orang (100%) normal, sedangkan bukan perokok 24 orang (96%) normal dan 1 orang (4%) tidak normal. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,398). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar trigliserida pada laki-laki dewasa muda perokok dan bukan perokok di Poltekkes Kemenkes Kendari. Kata Kunci: Trigliserida, Perokok, Bukan Perokok, Dewasa Muda, Fotometri.
Tidak tersedia versi lain