Karya Tulis Mahasiswa
Perbedaan Kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) antara Perokok Elektrik dengan Non-Perokok pada Remaja di Kota Kendari.
Pendahuluan: Penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja terus mengalami peningkatan, salah satunya karena adanya anggapan bahwa rokok elektrik memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Namun, paparan nikotin, propilen glikol, gliserin, serta berbagai senyawa kimia yang dihasilkan selama proses pemanasan dapat memberikan dampak terhadap tubuh. Paparan tersebut berpotensi meningkatkan stres oksidatif dan respons inflamasi yang dapat mengganggu integritas sel hati. Kondisi ini dapat menyebabkan pelepasan enzim Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) ke dalam aliran darah, sehingga pemeriksaan kadar GGT dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai adanya gangguan pada fungsi hati. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) antara perokok elektrik dengan non-perokok pada remaja di Kota Kendari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 remaja yang terdiri atas 25 perokok elektrik dan 25 non-perokok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar GGT dilakukan menggunakan metode fotometri, sedangkan analisis data menggunakan uji Mann–Whitney . Hasil: Sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (72%) dan berusia 17 tahun (40%). Kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) pada kelompok perokok elektrik lebih tinggi dibandingkan kelompok non-perokok yang memiliki rata-rata hasil pada kelompok perokok elekrtik (14,00 U/L) dan pada kelompok non-perkok (12,00 U/L). Uji Mann–Whitney menunjukkan hasil (0,255) sehingga hasil dinyatakan tidak terdapat perbedaan kadar GGT yang bermakna antara kedua kelompok (p
Tidak tersedia versi lain