Karya Tulis Mahasiswa
GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN HIPERTIROID DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Hipertiroidisme merupakan gangguan sistem endokrin yang ditandai oleh peningkatan aktivitas kelenjar tiroid secara berlebihan sehingga menyebabkan produksi hormon Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3) meningkat dalam sirkulasi darah. Peningkatan hormon tiroid dapat memengaruhi fungsi sistem imun dan proses hematopoiesis yang berdampak pada perubahan jumlah leukosit. Tujuan: Mengetahui gambaran jumlah leukosit pada pasien hipertiroid di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 44 pasien hipertiroid yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan jumlah leukosit dilakukan menggunakan Hematology Analyzer Mindray, kemudian hasil dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki jumlah leukosit normal sebanyak 33 responden (75,0%), sedangkan 11 responden (25,0%) memiliki jumlah leukosit tinggi (leukositosis). Tidak ditemukan responden dengan jumlah leukosit rendah (leukopenia). Berdasarkan karakteristik responden, kelompok usia terbanyak adalah 31–40 tahun sebanyak 13 responden (29,5%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebanyak 32 responden (72,7%). Kesimpulan: Gambaran jumlah leukosit pada pasien hipertiroid di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara didominasi oleh jumlah leukosit dalam kategori normal. Namun, sebagian pasien mengalami leukositosis yang menunjukkan adanya kemungkinan respons inflamasi, infeksi, atau kondisi klinis lain yang menyertai hipertiroid. Kata kunci: Hipertiroid, Leukosit, Hematology Analyzer.
Tidak tersedia versi lain