Buku "Time: Waktu" berargumen bahwa waktu adalah aset yang jauh lebih berharga daripada uang (Time is more important and meaningful than money). Jika uang bisa hilang dan dicari kembali, waktu yang berlalu tidak akan pernah bisa diulang
Buku ini merupakan catatan perjalanan reflektif penulis dalam mencari jati diri yang otentik (Authentic Self). Selama puluhan tahun, penulis merasa terjebak dalam pola pikir yang membebani hati, sehingga merasa tidak hidup dengan bebas dan merdeka. Intisari buku ini meliputi: Bukan Pemicu Trauma: Tujuan penulisan bukan untuk membangkitkan emosi negatif dari luka lama, melainkan untuk memb…