Buku "Time: Waktu" berargumen bahwa waktu adalah aset yang jauh lebih berharga daripada uang (Time is more important and meaningful than money). Jika uang bisa hilang dan dicari kembali, waktu yang berlalu tidak akan pernah bisa diulang
Bibliografi : hlm. 168-171
Buku ini menguraikan peran strategis manusia sebagai aset utama dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Penulis menekankan bahwa keberhasilan suatu entitas sangat bergantung pada bagaimana individu di dalamnya dikelola dengan efektif dan efisien.
Buku ini disusun untuk memberikan wawasan komprehensif mengenai pentingnya perlindungan terhadap tenaga kerja di lingkungan industri maupun perkantoran. Intisari buku meliputi: Khasanah Ilmu K3: Membantu pembaca, baik mahasiswa maupun praktisi, memahami dasar-dasar hukum dan prosedur keselamatan kerja di Indonesia. Penerapan di Lapangan: Menjelaskan bagaimana mengelola risiko kecelakaa…
Gerpolek adalah manifesto perjuangan Tan Malaka yang menolak segala bentuk diplomasi yang merugikan kedaulatan Indonesia. Tan Malaka menulis buku ini sebagai kritik keras terhadap kebijakan pemerintah saat itu yang dianggap terlalu tunduk pada tekanan Belanda melalui meja perundingan (seperti Perjanjian Linggarjati dan Renville).
Buku ini merupakan sebuah bunga rampai (kumpulan tulisan) yang menghimpun berbagai perspektif mengenai kesiapan Indonesia menghadapi usia satu abad pada tahun 2045. Intisari buku meliputi: Refleksi Kritis: Mengevaluasi pencapaian dan kegagalan bangsa selama hampir satu abad merdeka. Bonus Demografi: Membahas strategi mengelola penduduk usia produktif agar menjadi kekuatan ekonomi, buka…
Novel ini mengisahkan tentang Jesslyn, seorang gadis yang terpaksa pindah dari Jakarta ke Jeonju, Korea Selatan, setelah kehidupan keluarganya hancur. Di sana, Jesslyn yang dalam keadaan buta memulai hidup baru dan bertemu dengan Mike, seorang pria yang tulus mencintainya apa adanya. Kehidupan Jesslyn yang mulai membaik kembali hancur saat Mike meninggal dunia demi menyelamatkannya pada mala…
Buku ini merupakan catatan perjalanan reflektif penulis dalam mencari jati diri yang otentik (Authentic Self). Selama puluhan tahun, penulis merasa terjebak dalam pola pikir yang membebani hati, sehingga merasa tidak hidup dengan bebas dan merdeka. Intisari buku ini meliputi: Bukan Pemicu Trauma: Tujuan penulisan bukan untuk membangkitkan emosi negatif dari luka lama, melainkan untuk memb…