Gerpolek adalah manifesto perjuangan Tan Malaka yang menolak segala bentuk diplomasi yang merugikan kedaulatan Indonesia. Tan Malaka menulis buku ini sebagai kritik keras terhadap kebijakan pemerintah saat itu yang dianggap terlalu tunduk pada tekanan Belanda melalui meja perundingan (seperti Perjanjian Linggarjati dan Renville).